Wednesday, February 17, 2010

Bahaya spionase digital

Agen Intelijen Aktif Kumpulkan Informasi Melalui Facebook

Mengumpulkan informasi adalah pekerjaan utama dinas intelijen. Salah satu yang paling gampang adalah melalui informasi via Facebook.

Jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sangat populer. Tak hanya masyarakat umum, bahkan termasuk kalangan dinas rahasia. Melalui jejaring seperti itu, mereka bisa mengetahui lebih banyak tentang orang-orang yang sedang diamati.

Mereka menggunakan email palsu dan stick USB yang sudah dijangkiti spyware. Dinas rahasia Belanda AIVD memulai kampanye penyuluhan mengenai bahaya spionase digital ini.

Peringatan Dinas Rahasia Belanda AIVD mengenai bahaya spionase, bukan hal baru. Tahun 2009, hal itu juga sudah menjadi tema utama dalam laporan tahunan AIVD. Yang baru adalah peringatan khusus mengenai spionase digital. Ditujukan pada para profesional atau masyarakat umum yang memiliki informasi rahasia. Misalnya para pejabat negeri tertentu atau pengusaha perorangan di sektor-sektor yang dianggap 'peka'. Menurut AIVD, mereka harus lebih sadar akan bahaya yang mengintai.

Sebagai contoh, AIVD menyebutkan stick USB yang dibagi-bagikan dalam kongres di luar negeri. Sekilas, hal itu tampaknya tidak bermasalah, tapi dalam penelitian lebih jauh ternyata ada spyware di dalam stick USB itu. Tanpa sepengetahuan pengguna, mereka bisa meneruskan informasi politik atau ekonomi ke dinas rahasia asing.

Menurut Wil van Gemert, Direktur Keamanan Dalam Negeri AIVD, email juga sering digunakan sebagai tujuan spionase.

"Contohnya, Anda bisa saja menerima email dengan lampiran yang tampaknya biasa-biasa saja karena Anda anggota sebuah kelompok feed tertentu. Namun dalam lampiran itu terdapat Trojan Horse di komputer Anda," ujarnya.

Selain itu, menurut pihak AIVD, jejaring sosial populer juga menarik bagi dinas rahasia asing.

"Jejaring sosial seperti Facebook menjadi sumber sangat penting karena mengandung banyak informasi publik yang bisa digunakan oleh dinas intelijen asing untuk mendapat gambaran jelas mengenai orang-orang yang menarik bagi mereka," tambahnya.

AIVD terutama merujuk pada kegiatan mata-mata China dan Rusia di Belanda tahun-tahun belakangan. Tetapi Dinas Rahasia Belanda menjelaskan bahwa banyak negara lain yang juga tertarik mendapatkan informasi dari Belanda, bahkan negara-negara sahabat.

"Mengumpulkan informasi merupakan tugas dinas intelijen, dan ini tidak terbatas pada negara-negara tertentu. Ada banyak negara yang berminat terhadap informasi yang tersedia dalam masyarakat Belanda. Bukan hanya Rusia dan China saja."

AIVD sendiri juga mengumpulkan informasi intelijen di luar negeri, juga menjaring informasi digital. Namun apa saja persisnya, dinas rahasia tidak bersedia membeberkannya.

Sumber: Hidayatullah.com

2 comments:

Budi Mulyono said...

Wuih serem juga ya.... Kudu hati-hati ini.

Alfa@Balikpapan said...

Bener bgt, ati-ati...
Bersihkan semua identitas resmi dari fesbuk...