Saturday, June 13, 2009

10 Hal Gratis di Paris

  1. Biaya pendidikan GRATIS! Sekolah gratis dari TK sampai SMA, bahkan semua buku dan peralatan sekolah diberikan oleh Mairie (kantor walikota Paris). Untuk tingkat perguruan tinggi, di sekolah publik untuk biayanya pun sangat murah per tahun. Untuk tingkat doktoral seperti saya, hanya sebesar 400 Euros setahun (sudah termasuk asuransi), dan hanya sebesar 1,5 Euros bagi penerima beasiswa pemerintah perancis seperti saya, atau setara dengan Rp. 20.000,00 (dua puluh ribu rupiah)! Coba kalau saya mengambil doktor di UI, UGM, ITB atau kampus-kampus lain di Indonesia, tentu biayanya bisa mencapai angka mendekati milyaran rupiah!
  2. Biaya kesehatan gratis! Pengalaman pribadi, saat ini istri saya sedang hamil, semua biaya kesehatannya 100% ditanggung oleh Sécurité Sociale, dari periksa kehamilan tiap 3 minggu sekali ke Dokter Kandungan, periksa USG tiap bulan, periksa darah tiap bulan dan beberapa pemeriksaan lainnya. Bahkan ikut kursus persiapan melahirkan juga ditanggung oleh negara. Semua obat-obatan dan vitamin untuk Ibu Hamil diambil di apotek dengan GRATIS! Biaya persalinan (entah normal atau césar) semua juga ditanggung negara. Saya sih berharap, anak kami lahir normal... Biaya perawatan pasca melahirkan (sekitar 4-5 hari) buat Sang Ibu dan bayi di Rumah Sakit. Bahkan yang ajaib, kita mendapatkan hadiah dari Pemerintah Perancis melalui Caisse d'Allocation Familialle, kas tunjangan keluarga sebesar 867 Euros pada bulan kehamilan ke-7. Dan akan mendapatkan tunjangan sebesar 167 Euros per bulan setelah bayi lahir... Dan tentu saja, 314 Euros tunjangan tempat tinggal bagi pasangan muda dan berpenghasilan rendah atau mahasiswa seperti kami :)
  3. Biaya transport untuk mereka yang sudah tergolong lansia (di atas 65), atau mereka yang pengangguran (au chomage) adalah GRATIS! Mereka berhak mendapatkan kartu STIF selama setahun (untuk para pengangguran) namun bisa diperpanjang dan untuk seumur hidup bagi para lansia...
  4. Wifi Gratis di beberapa taman kota, setidaknya yang saya tahu di Parc des Buttes-Chaumont (taman terbesar nomor tiga di Paris, seluas sekitar 25 hektar) di dekat apartemen tempat kami tinggal, disediakan wifi gratis dari kantor Mairie...
  5. Biaya penitipan anak gratis buat mereka yang miskin di tempat-tempat penitipan anak milik Mairie de Paris...
  6. Makanan, susu dan wine gratis untuk para orang miskin dan gelandangan setiap pagi dan atau malam, di stasiun-stasiun metro besar, seperti Gare du Nord yang dikenal dengan resto du coeur...
  7. Taman bermain anak-anak seperti yang ada di Mall-mall di Jakarta, di sini disebut jardin d'enfant, disediakan oleh Kantor Walikota Paris untuk warganya. Alias gratis!
  8. Teater boneka gratis untuk anak-anak di Parc des Buttes Chaumont setiap hari rabu dan sabtu siang...
  9. Buat pecinta pengetahuan dan filsafat, bisa ikut seminar-seminar atau conferences yang diberikan oleh para pakar, para filosof dan terkadang para penerima nobel di College de France, Sorbonne, EHESS dan yang lainnya secara gratis.
  10. Buat pecinta masakan Indonesia, setidaknya bisa makan makanan Indonesia gratis di KBRI Paris setiap ada acara diskusi PPI Perancis atau acara KBRI, acara-acara keagamaan atau nasional, seperti 17 Agustus, Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dsb...
  11. Telpon ke seluruh nomor telpon fixed line di Indonesia (termasuk Flexi dan Esia) GRATIS dan UNLIMITED dengan kualitas yang sangat-sangat baik, bagi pelanggan internet, telpon dan televisi kabel Aliceboox. Kami bisa telpon berlama-lama ke Jakarta, ke Surabaya, atau kemanapun dengan fasilitas ini sesuka kami kapanpun kami mau! Hehehe...
Kalau coba dicermati lagi, saya pikir akan masih banyak lagi hal-hal yang gratis di Paris, tetapi tidak di kota-kota besar di Indonesia...

Diambil dari email yg dikirim oleh Mahmoud Syaltout, seorang peneliti yg sedang kuliah S3 di Paris, France.

7 comments:

faris ! said...

hmm secara tidak langsung dia menggunakan syariat islam :D

Izzul Waro said...

lantas darimana ya pemerintah perancis & pemda paris memperoleh dana sedemikian banyak untuk menyejahterakan rakyatnya? apakah pajak penghasilan di negara itu sangat besar? ataukah sumbangan pajak industrinya yg besar? atau banyak abdi negara (pns) yg tetap bekerja keras sekuat tenaga dgn gaji kecil? dan bagaiamana historisnya agar semua pejabat mau berkorban dan benar2 memikirkan kepentiangan publik? kita, warga nergara indonesia, membutuhkan best practice yg komprehensif untuk mengurai benang kusut buruknya public service di negara ini. thank you

Kirana said...

mw nanya2 niy mas.. unk biaya hidup pasangan kisaran brp ya disana? unk tempat tinggal??
thanks unk sharing info nya.. :)

Alfa@Balikpapan said...

@kirana:
Mungkin jawaban dari Mademois di Y! Answer berikut bisa jadi acuan:
Aku tinggal di arrondissement ke-12 di Paris, yang pada dasarnya merupakan suatu daerah pemukiman, di sebuah apartemen dua kamar tidur yang saya berbagi dengan siswa lain. Sewa antara kami adalah 1000 euro per bulan, ditambah utilitas yang sekitar 300 euro, jadi kami biasanya membayar sekitar 650 masing-masing. Saya telah tinggal di sini selama setahun dan meskipun ini adalah pertama dan satu-satunya akomodasi di Paris, saya diberitahu bahwa itu adalah besar datar ini, kita masing-masing memiliki kamar kita sendiri, ditambah ruang umum yang besar, dapur dengan mesin cuci , dan ruang penyimpanan yang memadai. Saya seorang mahasiswa di anggaran, jadi saya tidak menyiapkan makanan gourmet setiap malam, tapi aku dapat biasanya mendapatkan oleh pada bahan makanan untuk makan sebesar 30 atau 40 euro per minggu, berbelanja di pasar lokal. Jauh lebih ekonomis untuk menyiapkan makanan di rumah daripada makan di luar, sebagai menu rata-rata di resto bisa harganya sekitar 15-25 euro. Ini adalah kota yang mahal, tapi juga sepadan.

Selengkapnya lihat disini...
http://www.google.com/url?q=http://answers.yahoo.com/question/index%3Fqid%3D20080517035321AA231Ud&ei=BRq6Sor1HsOUkAWSjJTcBQ&sa=X&oi=forum_cluster&resnum=1&ct=result&cd=2&usg=AFQjCNE0SJZwEIDtF1TCa_vZr_drR64-_A

Alfa@Balikpapan said...

@faris:
sepertinya begitu...

@izzul waro:
Mungkin bisa ditanya sejarahnya sama om google atau lihat di wikipedia

syaltout said...

wah tulisanku ternyata nyangkut di sini.

salam hangat dari Paris,
Syaltout

Alfa@Balikpapan said...

Wah, yang empunya email dateng,...

Salam kenal mas, salam hangat juga dari Balikpapan.
Sekalian mohon dijawab pertanyaan rekan2 diatas dan dijelaskan sekalian... ;)

Terima kasih.